  Gue pikir kita hidup untuk mencari kebenaran absolut, walaupun mungkin cuma beberapa kepala yang mau pusing soal beginian. Gue cuma kasian sama orang2 yang menganggap bahwa kebenaran absolut itu terletak pada Tuhan melalui agama2 yang ada. Ngga seru lagi dong... Makanya gue mau pusing, biar hidup gue jadi seru. Gampang memang untuk berpikir bahwa segala sesuatu itu relatif.. atau kebenaran itu sesuatu yang subyektif.. Dan gue rasa ini juga sesuatu yang bisa membebaskan pikiran seseorang dari religiusitas atau doktrinasi lain yang membuat otak kita lumpuh.
TAPI... cukup sampai di situ aja manfaatnya, dan setelah itu, kita harus beranjak, menapaki jalur2 'kebenaran', mencari what the truth is... Ngga usah ketemu, dan sepertinya ngga mungkin ketemu, dan paling ujung2nya mentok sama determinisme alam.. But we have to face the truth, kan? There's no easy way to learn, and we have to learn. Ini bukan berarti gue menyarankan orang2 untuk berhenti dari usahanya dalam memperindah hidup, karena sekalinya kita berhadapan dengan determinisme, ngga ada kata lain yang lebih mewakili respon orang2 selain: depresi. Anti-depresan ngga murah, man.. 
